Komunitas Muslim, terutama yang tinggal di Jawa Tengah, tentu saja sudah akrab dengan Masjid Agung Jawa Tengah. Masjid dengan kemegahan dan keindahan bangunannya masih dikenal sebagai tujuan yang harus dikunjungi ketika mengunjungi kota Semarang.

Nuansa arsitektur di Masjid Agung Jawa Tengah memiliki keunikan tersendiri di setiap bagiannya, sehingga tidak buruk jika banyak orang mengatakan bahwa masjid ini merupakan perpaduan dari berbagai arsitektur Timur Tengah, Romawi, Islam dan Jawa. Saat memasuki halaman masjid, ada pilar dengan gaya coliseum seperti pintu gerbang ke area masjid. Di tengah halaman masjid besar ada enam payung hidrolitik yang sering kita lihat di masjid-masjid di Timur Tengah. Bangunan utama Masjid Agung berbentuk seperti piramida, yang umumnya berupa rumah tradisional di Jawa. Keunikan inilah yang membuat Masjid Agung memiliki kesan megah. Masjid Agung Jawa Tengah terletak di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Gayamsari, Kota Semarang.

Masjid Agung ini adalah masjid ikonik di kota Semarang yang dikenal tidak hanya sebagai tempat ibadah! Selain digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan, masjid ini juga menawarkan wisata yang cocok untuk dikunjungi di malam hari, yaitu menara Masjid Agung Jawa Tengah. Menara ini dikenal sebagai Menara Asmaul Husna dengan 19 lantai dan tinggi 99 meter. Menara Asmaul Husna adalah tempat yang cocok untuk menikmati keindahan kota Semarang dari ketinggian malam atau untuk menikmati matahari terbenam.

Ketika pelancong yang ramah memasuki area Masjidil Haram, Anda bisa langsung menuju pintu masuk menara, yang terletak tidak jauh dari tempat parkir. Dari pintu masuk, akan ada tempat untuk membeli tiket di sebelah kanan pintu. Wisatawan yang ramah hanya menghabiskan Rp 10.000 per orang untuk tiket masuk. Setelah itu, penjaga akan mengarahkan Anda ke lift dan segera meluncur ke lantai 19. Segera setelah itu, puncak menara tiba dan pelancong yang ramah dapat menikmati keindahan seluruh kota Semarang dari atas.

Angin di atas Menara Masjid Agung Semarang berhembus sangat kencang. Sambil menikmati keheningan yang jauh dari kebisingan, tempat ini juga cocok untuk pelancong yang melepaskan pikiran mereka dari kejenuhan setiap hari. Di bagian atas menara ada beberapa teleskop yang bisa digunakan dengan memasukkan Rp. 1.000 koin Saya juga tertarik mencoba. Teleskop ini dapat digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh. Namun, ketika listrik di kota Semarang tidak sepenuhnya dimatikan, jangan berharap untuk melihat bintang karena langit terlalu terang dari polusi cahaya.

Ternyata, fasilitas menarik lainnya juga tersedia di Masjid Agung Jawa Tengah. Selain menjadi tempat ibadah dan objek wisata, ada juga auditorium, studio radio Dakwah radio Islam, museum dan perpustakaan yang mengarsipkan sejarah Masjidil Haram. Museum di masjid ini juga mencatat perkembangan Islam di Jawa Tengah. Museum ini terletak di lantai dua dan tiga Menara Asmaul Husna.

Di sini, ada juga berbagai jenis peninggalan dalam bentuk wayang, artefak, pakaian, tembikar untuk pedang. Ada juga hotel yang dapat digunakan untuk malam dan restoran di Menara Asmaul Husna. Restoran ini juga unik karena terletak di lantai 18 Menara Asmaul Husna. Selain itu, restoran ini dapat berputar sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan kota Semarang, memberikan lingkungan yang berbeda dari kebanyakan restoran.

Nah, bagaimana kabarmu teman bepergian? Banyak sekali fasilitas unik dan menarik yang bisa didapat dengan mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah, kan? Jadi, ketika mengunjungi Masjidil Haram, kita tidak hanya bisa menikmati keindahan bangunan, tetapi juga banyak fasilitas lain yang bisa dinikmati.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*