Posting ini akan saya mulai dengan nostalgia, saat-saat nikmati kapal kotor, lantai licin penuh oli, toilet berbau pesing, serta sampah bersebaran.

Dahulu, penumpang kapal gak memiliki pilihan. Ada satu dua kapal yang bersih, tetapi seperti yang saya katakan barusan, umumnya gak tertangani. Sebab gak pernah percaya dengan kebersihan toilet kapal feri, saya tetap mengakhiri masalah ke toilet di ruang pelabuhan, yang kira-kira sama saja menyedihkannya.

Dahulu , jika naik kapal, saya tetap bekal kertas koran. Jaga-jaga gak kebagian tempat duduk sebab gak kemungkinan duduk tanpa ada alas, kasian celana. Tetap beli minum/camilan di luar, sebab berbelanja di kapal mengagumkan mahal!

Saat ini kelihatannya semua service umum mulai berbenah. Paling akhir pulang ke Lampung minggu lantas, saya nikmati kapal kirana yang cantik, bersih, toilet bagus serta ada airnya, serta tanpa ada bayar-bayaran penambahan .

Bayaran penambahan? Hooh, sebab ruangan duduk ekonomi umumnya bangkunya mode plastik keras, saya tetap pilih geser kelas, terkadang ke VIP, seringkali ke kelas lesehan. Ongkos geser kelas Rp 8.000 – Rp 15.000 bergantung kapal. Harga ini di luar tiket kapal kirana yang dibayar di pelabuhan, Rp 13.000 (Dewasa) & Rp 7.000 (beberapa anak).

Oke, kembali masalah kapal yang saya tumpangi waktu mudik tempo hari. Ke arah serta dari Bakauheni saya kebetulan menumpang kapal kirana dari armada pelayaran yang sama, PT. Dharma Lautan Penting. Waktu pergi saya gak sempat foto-foto sebab sudah begitu ngantuk, tetapi waktu pulangnya dengan KM. Dharma Rucitra 1 saya sempetin mengambil beberapa gambar.

Berdasar analisa sesaat di dokter google, diketahui jika KM. Dharma Rucitra 1 ini umurnya baru tiga tahun. Pantes ajalah ya masih unyu muda kinyis-kinyis. Semua serba bagus. Waktu berjalan-jalan menelusuri kapal kirana, saya sempat mikir, ini sebenernya kapal atau hotel, sich? Bagus sekali, cyiinn..

KM Dharma Rucitra 1 Saya sampai di Bakauheni seputar jam 7 malam, oleh petugas ditempatkan ke dermaga 3 serta bertemu dengan kapal kirana cantik ini.

Iya, kamu gak salah simak, ini beneran eskalator serta eskalatornya berperan lhoo.. Eskalator ini menyambungkan sisi bawah kapal (tempat penumpang naik serta mobil parkir) dengan ruangan penumpang di atas.

Di pucuk eskalator, kita akan bertemu dengan lobby kapal kirana. Gak hanya hotel yang memiliki lobby, kapal kirana juga bisa. Ada TV monitor datar, ruangan duduk buat charge handphone, ada smoking ruang juga. Keterlaluan bagusnya.

Di samping kiri lobby, ada tangga ke arah lantai selanjutnya, saya ucap lantai 3 saja ya. Di lantai 3 ada playground, mushalla, serta ruangan duduk ekonomi.

Ruangan duduk ekonomi yang empuk, ada panggung buat liveband, serta AC-nya nyala!

Saya masih muter-muter di lantai 3, trus bertemu ruangan duduk di samping kanan, serta kantin yang bersih serta luas. Ada banyak ruang yang tertutup di lantai 3, saya gak berani membuka , biarlah ia jadi misteri yaa.

Oke, turun ke lantai 2 , yuk! Turunnya melalui tangga yang gede ini.

semakin terasa kaya staycation di hotel, kan?

Jika jalan terus ngelewatin lobby, kelak bertemu lorong yang warnanya unyu pinky ini. Nyatanya di sini ruangan kelas yang dapat disewa, memiliki bentuk kamar-kamar kecil serta ada kuncinya. Di sejajar ruangan kelas ini, ada ruangan menyusui juga.

Sebab ingin tahu dengan ruangan kelas serta gak dapat lihat ke, takut disemprot sama yang nyewa, saya melipir ke lobby buat tanya-tanya.

KM Dharma Rucitra 1 menyewakan dua tipe ruangan kelas. Kelas yang pertama modelnya lesehan, dapat memuat 4-6 orang. Ada meja, kursi, serta kasur lipat untuk istirahat. Kelas ini disewakan Rp 150.000.

Kelas ke-2 harga Rp 250.000. Fasilitasnya jauh semakin bagus, ada bunk bed buat ber-4, ada sofa, wastafel. Kamarnya dapat digunakan 4-6 orang juga.

Tempo hari saya pingin nyobain kamar yang Rp 150.000, eh tetapi sold out dong! Laku manis tanjung kimpul. Kapalnya gak jualan ruangan duduk AC/Ekonomi/Lesehan, semua gratis, tetapi jualannya kamar.

Tidak hanya di lantai 3, di lantai dua ada juga ruangan duduk. Di tiap ruangan duduk penumpang tetap ada sarana berbentuk TV, almari isi jaket pelampung, serta tempat sampah.

Nah, jika foto-foto di atas ini, namanya ruangan lesehan. Saya senang istirahat di ruangan lesehan soalnya tubuh dapat telentang lurus. Mayan dapat goler-goler sesaat sesudah 2 jam lebih di bis.

Asyik kan kapalnya? Kalau pingin nyobain kapal ini, dapat sekali cek jadwal kapal kirana di situs keepcornwallwhole.org yang mengulas informasi jadwal kapal ferry dan pelni secara lengkap.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*